oleh

Bursa Asia Jatuh, Karantina Wilayah Picu Perlambatan Ekonomi

Investing.com – Bursa saham Asia kembali melemah pada Senin (30/03) pagi akibat kekhawatiran meningkat bahwa karantina wilayah global virus covid-19 dapat berlangsung berbulan-bulan dan memberikan kerusakan besar terhadap perekonomian.

Menurut data Investing.com pukul 09.38 WIB, kontrak berjangka untuk S&P 500 melemah 0,89% di 2.501,50 dan indeks Nikkei 225Jepang 3,45% di 18.720,00.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 4,99% di 58,29, sementara indeks KOSPI Korea Selatan turun jatuh 1,72% di 1.688,23.

Di Indonesia, Jakarta Stock Exchange Composite anjlok 4,59% atau berkurang 208,44 poin di 4.337,13

Diberitakan Reuters Senin (30/03) pagi, bank-bank sentral telah melakukan upaya habis-habisan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi dengan memangkas suku bunga dan pembelian aset obligasi besar-besaran. Ini setidaknya telah mengurangi ketegangan likuiditas di pasar.

Terbaru, bank sentral Kanada (BOC) Jumat silam memberikan kejutan penurunan tingkat suku bunga darurat menjadi 0,25% dan program pelonggaran kuantitatif, sementara pengambil kebijakan Selandia Baru Senin ini meluncurkan program pinjaman bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas.

Seputar tindakan pemerintah, Inggris memperingatkan langkah-langkah karantina wilayah bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Sementara Presiden Donald Trump telah berbicara mengenai pembukaan ekonomi kembali di AS untuk menyambut Paskah, pada hari Minggu ia memperpanjang aturan pembatasan sosial hingga 30 April.

Jepang Senin ini memperluas larangan masuk bagi warga negara yang bepergian dari Amerika Serikat, Cina, Korea Selatan, dan mayoritas Eropa.

News Feed