oleh

Bursa Saham Aussie Dibuka Cenderung Datar, Tertekan Sektor Energi

antaranews.com – Saham-saham Australia dibuka cenderung datar pada perdagangan Rabu pagi, dengan penurunan sektor energi mengimbangi kenaikan sektor teknologi dan perawatan kesehatan.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun tipis 3,30 poin atau 0,060 persen menjadi 5.484,80 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas naik tipis 1,30 poin atau 0,023 persen pada 5.543,80 poin.

Kebutuhan pokok konsumen meningkat paling kuat, hampir satu persen, sementara teknologi informasi dan perawatan kesehatan keduanya juga lebih tinggi.

Sektor perbankan dan penambang keduanya tergelincir, sementara bobot terbesar adalah sektor energi menyusul berlanjutnya volatilitas di pasar minyak.

“Baik minyak mentah West Texas Intermediate mapun Brent sedang menguji level dukungan utama. WTI telah memantul di atas 20 dolar AS per barel di awal perdagangan Asia Pasifik setelah terjun semalam, tetapi Brent telah tergelincir di bawah 30 dolar AS,” kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy mengatakan.

“Tekanan bisa mencerminkan kekhawatiran bahwa permintaan yang turun akan mengerdilkan pengurangan produksi yang diumumkan.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia melemah dengan Commonwealth Bank turun 0,49 persen, ANZ turun 1,01 persen, Westpac Bank turun 1,66 persen dan National Australia Bank turun 0,54 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih rendah dengan Rio Tinto turun 1,37 persen, BHP turun 1,67 persen dan Fortescue Metals turun 0,35 persen, namun penambang emas Newcrest naik 0,69 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas merosot dengan Oil Search turun 4,18 persen, Santos turun 4,17 persen dan Woodside Petroleum turun 3,82 persen.

Supermarket terbesar Australia menguat dengan Coles naik 0,95 persen dan Woolworths naik 0,53 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,95 persen, maskapai nasional Qantas turun 0,54 persen dan perusahaan biomedis CSL sedikit melemah 0,08 persen.

News Feed