oleh

Ditengah Kondisi Perekonomian yang Memburuk, Dolar AS Melemah

Investing.com – Dolar AS melemah pada Selasa (14/04) di tengah pandemi COVID-19 memberikan tantangan yang cukup sulit terhadap laporan keuangan perusahaan di Amerika Serikat.

Kesulitan ini muncul tatkala AS mengumumkan Kamis silam bahwa 16 juta lebih warganya mengklaim tunjangan pengangguran sejak 21 Maret.

Indeks Dolar AS turun 0,05% ke 99,285 pada pukul 13.29 WIB.

“Selama sepekan terakhir tidak katalis berita yang baik yang telah mendorong sentimen aset berisiko,” Mark McCormick, kepala global strategi valuta asing di TD Securities, mengatakan kepada CNBC.

“Kami tidak berharap dinamika ini berlangsung lebih lama. Ketika kita meninggalkan fase puncak krisis, pasar harus menghadapi data fundamentalnya dan ketidakpastian yang menyelimuti strategi bebas covid-19. Strategi terakhir sedikit demi sedikit dilalui dan bergelombang. Ini adalah penyesuaian dan awal ketimbang peristiwa ekonomi yang naik turun. Sehingga, kami perkirakan terjadi lonjakan lain untuk USD,“ tambahnya.

Pasangan USD/JPY turun 0,04% di 107,72. Pasangan USD/CNY sedikit melemah 0,02% di 7,0489 di kala Cina akan mengumumkan data perdagangan Maret hari ini.

Sementara pasangan AUD/USD naik 0,35% di 0,640 dan pasangan NZD/USD menguat 0,25% ke 0,6100. Kedua mata uang terkait risiko ini mendapat dorongan dari lonjakan harga minyak setelah OPEC+ menyetujui pengurangan produksi hampir 10 juta barel pada Minggu. Pasangan GBP/USD naik 0,30% di 1,2544.

Di tanah air, rupiah melemah 0,51% ke 15.700 terhadap dolar AS.

News Feed