oleh

Dolar AS Berpotensi Menguat Pekan Depan Jika Rilis Data Ekonomi Picu Permintaan

Dolar AS berpotensi kembali menguat jika rilis data manufaktur dan jasa dari ISM dan Markit PMI menyoroti dampak covid-19 dan menyebabkan Greenback yang kembali melonjak sebagai langkah penghindaran risiko.

Selain itu, data daftar penggajian non-pertanian untuk bulan Maret akan menjadi sorotan dengan perkiraan sekitar 100 ribu yang akan menandai penurunan terendah sejak krisis keuangan 2008, dengan catatan jika laporan tersebut turun sesuai dengan perkiraan.

Penurunan yang diantisipasi terjadi ketika pemerintah daerah memerintahkan bisnis yang tidak penting untuk menghentikan operasi dan memaksa konsumen melakukan karantina sendiri. Akibatnya, lebih dari tiga juta warga AS kehilangan pekerjaan seperti yang ditunjukkan rilis data klaim pengangguran awal. Besarnya goncangan yang disebabkan covid-19 akan lebih jelas karena data bulan Maret memberi gambaran lebih jelas kepada para analis dan investor mengenai dampaknya.

Selain itu, sejumlah data terkait konsumen juga akan dirilis, dan ini akan disoroti para trader mengingat lebih dari 80 persen ekonomi AS didorong sektor konsumsi. Akibatnya, indikator pemantauan yang berkaitan dengan kebiasaan belanja sangat penting. Sejumlah statistik perumahan juga akan dipublikasikan yang dapat memberikan lebih banyak wawasan tentang perasaan konsumen mengenai prospek kedepan.

Pekan lalu, Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama setelah optimisme terhadap pengesahan paket fiskal $2 triliun mendorong peningkatan permintaan terhadap ekuitas dan menurunkan safe-haven termasuk Dolar AS. Ada kemungkinan dinamika yang sama kembali terjadi pekan depan dan dapat bertindak sebagai penyeimbang kekuatan yang mendorong penguatan Dolar AS, khususnya terhadap sejumlah mata uang utama sepertui Yen USD/JPY, Euro EUR/USD dan Pound USD/GBP..

Mengingat kemungkinan adanya jeda antara implementasi dan efek aktual dari stimulus, sementara pasar akan fokus pada kekhawatiran yang lebih langsung, termasuk didalamnya pembaruan mengenai jumlah total orang yang terinfeksi covid-19 dan juga rilis statistik utama.

Akibatnya, untuk sementara, kemungkinan terjadinya volatilitas yang disebabkan rilis data terbaru dapat meningkat dan mendorong Dolar AS naik lebih tinggi.

News Feed