oleh

Emas Berpotensi Menguat Dipicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi

Investing.com – Harga emas mengalami penurunan pada hari Jumat tetapi masih berakhir dengan minggu tertinggi dalam 12 tahun setelah investor melakukan aksi jual, didukung respon fiskal AS yang besar terhadap krisis covid-19.

Emas juga agak tertekan oleh penguatan dolar AS minggu silam setelah DPR AS memberikan persetujuan paket stimulus Covid-19 senilai $ 2 triliun dan juga telah ditandatangani Presiden Donald Trump.

Sementara pada Senin (30/08) pagi, berdasarkan data investing.com pukul 09.10 WIB, Emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX dilevel $1.649.00 per ons yang turun 0.31%, sementara XAU/USD turun 0.89% menjadi $1.618.09 per ons.

Pekan ini emas diprediksi masih berfluktuasi, dan untuk itu perlu memperhatikan pergerakan Dolar AS namun jika karantina wilayah semakin diperketat diseluruh dunia dan meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi justru hal itu akan meningkatkan permintaan untuk aset safe haven termasuk emas.

“Saya biasanya mengatakan mari lihat grafik emas harian, tetapi kali ini bukan pasar yang didorong secara teknis,” kata Nicholas Degeorge, ahli strategi logam mulia di RJO Futures di Chicago.

“Namun, mari kita tetap sederhana dan perhatikan bahwa terendah minggu ini adalah $1,608 dan jika itu menembus level $1.700 per ons, turutilah kata hati dan nikmati fluktuasinya!”

News Feed