oleh

Emas Turun Tapi Catatkan Rekor Minggu Tertinggi Dalam 12 Tahun

Harga emas turun pada Jumat petang atau Sabtu (28/03) waktu Indonesia, tetapi masih berakhir diposisi tertinggi dalam 12 tahun setelah investor melakukan aksi jual, didukung respon fiskal AS yang besar terhadap krisis covid-19.

Emas diprediksi kembali tertekan oleh penguatan dolar AS pekan depan setelah Presiden Donald Trump menandatangani paket stimulus Covid-19 senilai $2 triliun.

Emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX ditutup turun 1.25% menjadi $1.630.60 per ons, sementara XAU/USD naik 0.21% menjadi $1.631.28 per ons.

Keberanian The Fed melakukan pembelian obligasi, dan memperpanjang pinjaman kepada bank dan mutual fund mungkin sedikit meredakan kegelisahan, tetapi program stimulus besar-besaran dan upaya fiskal raksasa untuk memicu pemulihan ekonomi tampajknya belum maksimal disaat seluruh negara menghadapi masalah yang sama. Modal pinjaman murah dan daya beli bersubsidi sangat kecil artinya ketika bisnis hampir terhenti karena penahanan.

Pekan depan, ketika banyak data ekonomi dirilis, akan terlihat kondisi ril ekonomi di seluruh dunia. Survei PMI dari berbagai negara ekonomi utama akan diumumkan sementara AS akan mempublikasikan kumpulan statistik pasar tenaga kerja terbaru.

Jika ini meyakinkan para trader bahwa pemulihan akan menjadi jalan panjang meskipun upaya pembuat kebijakan yang maksimal, maka likuidasi baru dapat berpotensi kembali menenggelamkan emas.

Sumber : investing.com

News Feed