oleh

Investor Pangkas Spekulasi Mata Uang Asia Ditengah Harapan Pemulihan Covid-19

Investing.com – Investor kini memangkas posisi jual pada mata uang Asia, jajak pendapat Reuters mengungkapkan Kamis (16/05). Ini terjadi tatkala Cina berusaha memulai kembali kegiatan ekonominya yang telah dirusak oleh pandemi covid-19 dan juga dipicu serangkaian tindakan Federal Reserve AS untuk meredakan kekhawatiran atas likuiditas dolar.

Sampai pukul 14.52 WIB, Rupiah USD/IDR masih terpantau melemah 0,58% di 15.640,0 terhadap dolar AS menurut data Investing.com.

Investor masih berpandangan bearish pada semua mata uang Asia di tengah anjloknya pasar akibat covid-19, meski ada tanda-tanda yang muncul menunjukkan bahwa karantina wilayah dan stimulus besar-besaran telah mulai membantu membendung penyebaran wabah virus ini dan mencegah dampak hancurnya ekonomi, jajak pendapat dirangkum dari 14 responden seperti dilansir Reuters Kamis (16/05) menyatakan.

Analis mengatakan pemangkasan posisi bearish sejalan dengan suntikan bank sentral yang telah menstabilkan kondisi pasar negara berkembang, peningkatan likuiditas dolar dan potensi tercapai puncaknya dari covid-19.

Langkah agresif Federal Reserve untuk meredam dampak pandemi terhadap ekonomi AS juga menyebabkan penurunan atas permintaan dolar, mengurangi tekanan pada pasar obligasi dan juga mata uang di Asia.

Posisi bearish pada mata uang rupiah Indonesia turun dari posisi dua minggu lalu yang mencapai tingkat terendah awal Maret terhadap dolar AS. Penguatan rupiah ini terjadi setelah bank sentral Indonesia mengamankan kesepakatan repo dengan The Fed senilai $60 miliar.

Fasilitas kesepakatan itu membantu mata uang rupiah mencatatkan penguatan mingguan pertama selama empat minggu terakhir.

Minggu ini Bank Indonesia telah mempertahankan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas rupiah. Tetapi BI memotong jumlah uang tunai yang harus disimpan perbankan sebagai cadangan untuk meningkatkan likuiditas.

News Feed