Minyak Sawit

oleh

Sekilas Tentang Minyak Sawit

Minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak digunakan di dunia. Minyak sawit diproses dari Tandan Buah Segar (TBS) yang berasal dari pohon sawit (Elaeis Guineensis) yang dibudidayakan di perkebunan.

Terdapat beberapa varian komersil dari minyak sawit yang tersedia: Crude Palm Oil, Crude Palm Olein, RBD Palm oil, RBD Palm Olein dan Palm Kernel Oil.

Indonesia dan Malaysia sejauh ini merupakan produsen terbesar minyak sawit di dunia, total produksi Indonesia dan Malaysia menyumbang lebih dari 80% terhadap total produksi dunia.

Harga benchmark Minyak Sawit Mentah Dunia mengacu ke BMD (Bursa Malaysia Derivatives) dan ICDX (Indonesia Commodity and Derivatives Exchange) untuk kontrak CPO berbasis FOB, dan Pasar Fisik Rotterdam untuk Kontrak CPO berbasis CIF.

Faktor Penggerak di Pasar Sawit

Indonesia dan Malaysia merupakan Negara produsen dan eksportir utama di dunia. Hal itu membuat kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah di Indonesia dan Malaysia (contohnya pajak ekspor) akan berdampak pada harga Minyak Sawit.

Kondisi cuaca ekstrim yang mempengaruhi produksi sawit di Indonesia dan Malaysia berdampak pada harga Minyak Sawit.

Fluktuasi yang terlalu besar pada mata uang Indonesia dan Malaysia juga berdampak pada harga Minyak Sawit.

Dikarenakan Minyak Kedelai merupakan produk substitusi dari Minyak Sawit di pasar minyak nabati dunia, maka produksi secara global, konsumsi dan stok akhir dari kedelai dan minyak nabati lainnya berdampak langsung pada harga Minyak Sawit.

Pergerakan dari Minyak Mentah juga berdampak pada harga Minyak Sawit, dengan penguatan harga minyak mentah secara signifikan akan meningkatkan permintaan terhadap bahan bakar alternatif seperti biofuel. Minyak nabati juga digunakan untuk memproduksi biofuel.