oleh

Perang Dagang AS-China Ancam Pelemahan Rupiah

Suara.com – Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada Senin (4/5/2020) ini akan melemah terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, sentimen negatif kelihatannya membayangi pergerakan pasar keuangan hari ini. Ia melanjutkan, pasar khawatir dengan pelonggaran lockdown di beberapa negara akan menimbulkan kasus corona gelombang kedua.

Selain itu pasar juga mengkhawatirkan ketegangan hubungan antara US dan China belakangan ini karena provokasi AS akan memicu perang dagang lagi antar kedua negara.

Pasar juga mengantisipasi buruknya data-data ekonomi di AS dan di negara-negara pandemi lainnnya yang akan dirilis pekan ini, seperti data tenaga kerja, data indeks aktivitas sektor jasa dan manufaktur, neraca perdagangan dan lain-lain.

“Rupiah mungkin bisa melemah mengikuti sentimen negatif tersebut. Rupiah berpotensi tertekan ke Rp 15.000, dengan potensi support di Rp 14.800,” kata Aris dalam riset hariannya, Senin (4/5/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Kamis pekan kemarin (30/4/2020) berada di level Rp 14.881 per dolar AS.

Level itu menguat bila dibanding pergerakan Rabu sebelumnya yang berada di level Rp 15.295 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Kamis pekan kemarin berada di level Rp 15.157 per dolar AS.

Posisi itu menguat bila dibandingkan pada Rabu sebelumnya yang berada di level Rp 15.415 per dolar AS.

News Feed