oleh

Rupiah Berpotensi Menguat Didorong Sentimen Global

Investing.com – Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada Kamis (23/04) pagi. Namun masih ada potensi untuk mengalami penguatan hari ini.

Mengutip data Investing.com sampai pukul 12.00 WIB, rupiah USD/IDR turun 1,04% atau 185 poin ke 15.560,0 per dolar AS. Kurs rupiah terhadap dolar AS mulai tergelincir pada Kamis (23/4) dengan dibuka terdepresiasi 72 poin ke level Rp15.522 per dolar AS menurut Bisnis.com.

Adapun berdasar kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Kamis (23/4), kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.630 per dolar AS. Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp15.630 per dolar AS, melemah 63 poin atau 0,4 persen dari posisi Rp15.567 pada Rabu (22/4).

Sejak pagi hingga siang hari ini lapor Liputan6 Kamis, rupiah bergerak di kisaran 15.500 per dolar AS hingga 15.543 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 12,09 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menuturkan mengenai pergerakan rupiah kepada Antaranews Kamis. Ia memperkirakan rupiah ada potensi untuk menguat. Selain itu, sentimen positif kembali berlanjut pagi ini ke pasar Asia, melanjutkan sentimen positif sejak pembukaan pasar Eropa kemarin hingga penutupan pasar AS subuh tadi.

Pasar berharap lockdown akan segera dibuka dengan mulai melandainya pertumbuhan jumlah orang yang terjangkit virus di beberapa negara Eropa dan di AS. Katalis positif juga datang dari akan disetujuinya stimulus tambahan dari pemerintah AS sebesar lebih dari 480 miliar dolar AS oleh DPR AS.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp15.400 per dolar AS hingga Rp15.550 per dolar AS.

News Feed