oleh

Rupiah Berpotensi Terus Menguat Sampai Akhir 2020

Investing.com – Rupiah USD/IDR terus melanjutkan tren penguatan yang dimulai sejak 2 April, dan hingga 13 April kemarin penguatannya terhadap Dolar AS sebesar 4,17%.

Tidak hanya menguat terhadap dolar AS, sejumlah mata uang utama seperti Yen USD/JPY , Euro EUR/USD dan Pound (GBP/USD) juga melemah, namun hanya Rubel Rusia saja yang masih mampu lebih kuat dari Rupiah.

Tren penguatan Rupiah mulai terlihat sejak 27 Maret, setelah sempat terpuruk selama dua pekan dengan penurunan nilai sekitar 6% terhadap dolar AS.

Penurunan itu membuat rupiah berpotensi diburu para investor karena sudah ‘murah’ alias undervalued, dan kini sentimen pasar sedang lumayan bagus, terutama karena pandemi covid-19 terus menunjukkan gejala perlambatan di kawasan Eropa.

Ada sejumlah hal yang membuat Rupiah layak diburu.

Transaksi berjalan Indonesia meski defisit, namun terus membaik dan Bank Indonesia (BI) meyakini defisit transaksi berjalan tahun 2020 di kisaran 2,5-3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Inflasi domestik masih rendah yang diperkirakan pada kisaran 2-4%.

Dengan faktor-faktor tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan rupiah cenderung menguat ke level 15.000 terhadap Dolar AS pada akhir tahun. Namun dengan catatan mampu mempertahankan performa serta tentunya ada intervensi dari BI.

News Feed