oleh

Spanyol & Italia Berencana Buka Karantina Wilayah, Dolar AS Anjlok

Investing.com – Dolar AS sedikit melemah pada Selasa (14/04) petang di kala investor cenderung optimis namun tetap waspada terhadap kemajuan pengendalian pandemi covid-19. Hal ini memicu keluarnya investor dari aset safe haven.

Pada pukul 15.09 WIB,US Dollar Index turun tipis 0,05% ke 99.282, sementara EUR/USD naik 0,13% di 1,0927 dan GBP/USD menguat 0,49% di 1,2568. USD/JPY turun 0,13% di 107,62.

Di kala jumlah kasus covid-19 dikonfirmasi terus meningkat dan kini mendekati dua juta secara global, arah pembicaraan telah berbalik lantaran negara-negara dapat kembali memulai kegiatan ekonomi.

Di Eropa, dua negara yang paling terpukul covid-19 hingga saat ini telah melonggarkan tindakan pembatasan bagi warganya. Spanyol telah mengizinkan sekitar 300.000 pekerja informal untuk kembali bekerja, sementara Italia juga mengizinkan sejumlah kecil perusahaan melanjutkan operasional pada minggu ini.

Di AS, negara-negara di wilayah pantai timur dan barat mulai mengoordinasikan pembukaan kembali kegiatan ekonomi secara bertahap di kala krisis covid-19 akhirnya mulai surut. Sebaliknya, Prancis memperpanjang karantina wilayah hingga 11 Mei dan Jerman diperkirakan akan melakukan langkah serupa pekan ini. Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire dilaporkan sebelumnya mengatakan ia memperkirakan PDB Prancis menyusut sebesar 8% tahun ini.

Mulainya kegiatan ekonomi ini seharusnya berdampak negatif terhadap dolar, sebut para analis.

“Pembukaan kembali kegiatan usaha dan sampai pada titik meningkatnya aktivitas ekonomi (global) akan mendorong EUR/USD naik,” ungkap Danske Bank dalam catatan penelitian.

Rilis positif data perdagangan Cina Selasa untuk bulan Maret menambah katalis positif tren pasangan mata uang ini. Setelah ekspor dan impor Cina periode setahun mengalami kontraksi kecil dari ekspektasi.

Yang juga menarik bagi pasar valuta asing yaitu tercapainya kesepakatan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara mitra lainnya untuk memangkas produksi sebanyak 9,7 juta barel per hari pada bulan Mei dan Juni.

Harga minyak telah anjlok akibat jatuhnya permintaan dampak negatif dari wabah covid-19. Semakin akses ekonomi global ditutup, semakin jatuh harga minyak dan semakin kuat dolar dihargai sebagai tempat yang aman.

Rubel Rusia mencapai level tertinggi nyaris satu bulan Selasa, kendati ada peningkatan tajam kasus Covid-19 dalam negeri.

Kesepakatan pemotongan produksi OPEC+ hanya memberikan dorongan kenaikan kecil untuk harga minyak sampai saat ini, tetapi langkah itu menghilangkan kemungkinan berlanjutnya perang harga minyak, lanjut Danske Bank.

“Kini prospek pasokan lebih dapat diprediksi, permintaan selanjutnya akan menentukan pergerakan harga minyak dan akhirnya mendorong pembukaan kegiatan ekonomi kembali,” tambah Danske, dan bank ini juga tetap cenderung bullish hati-hati pada Krone Norwegia.

Pada pukul 15.29 WIB, USD/NOK menguat 0,11% di 10,3154 dan rupiah USD/IDR ditutup turun tipis 0,06% ke 15.630,0 terhadap dolar AS.

News Feed